Langsung ke konten utama

Berefleksi bersama Paus Fransiskus-Tak Pernah Lelah jadi Misionaris Belaskasih


Hari Minggu Panggilan 2018, Paus Fransiskus menahbiskan 16 imam dari beberapa negara berbeda. Hal yang menarik adalah pesannya yang dia sampaikan kepada para imam baru: « Jangan lelah untuk mewujudkan belaskasih. Pikirkanlah dosa-dosa dan kesulitan hidupmu yang Tuhan Yesus sendiri telah ampuni. So, Jadilah selalu misionaris belaskasih. »  

Saya berpikir pesannya ini sangat relevan untuk semua  imam. Saya secara pribadi katakan pesan ini kepada pastor Hans Kwakman yang sedang mempersiapkan bahan retreat untuk para SVD di Belanda. Dia berkata kepada saya begini: “Pas-pas saya menulis dalam rangka persiapan retret SVD bahwa kita dapat belajar bukan hanya dari keberhasilan  tetapi tidak kurang juga dari kegagalan, keterbatasan dan malah kedosaan kita. St, Petrus belajar banyak dari kelemahannya ketika menyangkal Yesus. St. Paulus belajar dari sikapnya yang keras lawan orang kristen pertama. St. Augustinus belajar dari hidupnya yang semrawut sebelum pertobatannya. P. Chevalier belajar dari sikap suci yang kaku sebelum 'bertobat' waktu retret. » 

Pastor Hans menambahkan : »Syaratnya ialah bahwa kita mengakui kelemahan kita dan minta ampun atas kedosaan kita."Sebagai wounded healer" yang sungguh mengaku "aku ini seorang wounded healer", kita menjadi orang yang "misericordieux" terhadap orang lain dan 'gembala yang baik'. « 

Selamat bermenung bersama

Issoudun-France
Yongki wawo, msc

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GILAAAAAAAAAAAA....ANJING di PERANCIS...SPECIAL BANGUETTTTTTTTTT

Mungkin hanya kita di Asia (China dan Indonesia) saja yang memakan daging anjing. Ketika berkenalan dengan teman-teman dari berbagai negara di belahan benua lain di Perancis, mereka mengatakan bahwa sama sekali tidak makan daging anjing. Bagi mereka anjing adalah binatang peliharan yang sangat disayangi. Apalagi di negara Perancis yang sangat mencintai anjing layaknya anggota keluarga mereka sendiri. Sambil menulis cerita ini, imajinasi saya terbang jauh ke daerah Tomohon-Manado yang   terkenal dengan pasar extreme -nya. Di situ bisa dijumpai anjing-anjing yang siap dibantai untuk para pembeli. Saya bayangkan pasti turist-turist dari Perancis ketika melihat tempat itu mereka akan merasa ngeri. Hehehe.. Mengapa? karena di Perancis anjing diperlakukan seperti manusia. Ini faktanya:  Demo dalam menyuarakan larangan untuk makan daging anjing... ( ne mangeons pas de viande) Ada sekitar 17 anjing untuk setiap 100 orang di Perancis . Ini adalah salah satu rasio tertingg...

SEORANG DUDA BISA MENJADI IMAM?

P. de Vaugelas adalah seorang pastor projo keuskupan agung Bourges-Perancis Tengah.   Dia sebelumnya adalah seorang bapa keluarga yang memiliki pekerjaan top di salah satu bank Amerika di Paris. Selama masa kerja dia sudah berkeliling dunia, termasuk Indonesia. Waktu luang pun dia pernah habiskan untuk masuk dalam sekolah special di Chateroux untuk menjadi pilot. Dia jalankan itu dengan baik, dan mampu menjadi pilot dalam masa belajar hanya dalam satu tahun saja. “Saya kalau mengemudi mobil, tangan selalu siap sedia di bagiaan rem tangan, dll. Itu semua karena saya terbiasa menjadi pilot,” katanya kepadaku saat kami kembali dari l’abbey Fontgombault pada awal bulan April 2017. Yang menarik buat saya adalah sejak istrinya meninggal dia banyak berefleksi untuk menjadi imam. Dalam usianya yang tidak lagi muda (69 tahun), dia tetap rendah hati untuk meminta bimbingan rohani, termasuk meminta bimbingan rohani kepada salah satu konfrater MSC di Issoudun, Alfred Bours, MSC. Dia...

MEWARTAKAN HATI KUDUS YESUS LEWAT MEDIA PENDIDIKAN!! (INSPIRASI MISIONER DARI PARA MSC BELANDA DI PAPUA SELATAN)

Pada awal bulan Hati Kudus ini , saya ingin membagikan spirit misionaris MSC Belanda ketika mereka datang pertama kali ke Papua Selatan atau yang pada masa lalu disebut Nugini Belanda Selatan. Hal yang menarik adalah bahwa rentang waktu antara 1902-1942, para MSC Belanda yang datang bermisi ke daerah itu, mewartakan Hati Kudus Yesus lewat media Pendidikan dan juga pendirian desa-desa percontohan. Pada tahun 1920, Pastor Jos van de Kolk MSC menerbitkan artikel "Enam Anak yang Berbahagia dari Papua Nugini Selatan" dalam jurnal misionaris Journal van O.L. Vrouw van het Heilig Hart. Van de Kolk memberikan deskripsi biografi singkat tentang keenam anak Papua yang "bahagia" yang bersekolah di sekolah asrama misionaris Katolik di Langgur, Kepulauan Kei. Di akhir artikel, ia menghimbau kepada para pembaca: “Seandainya saja semua anak dan pemuda di Nugini Selatan dapat dibesarkan dan dididik seperti keenam anak ini! Hal itu akan memungkinkan untuk melestarikan orang-orang mi...