En ce jour d'entrée en carême, je te dis ma prière et toute notre affection cher fils. Notre maison est ta maison! Tu peux venir quand tu veux, tu le sais! « Pada hari pertama dalam Prapaskah ini , saya panjatkan doa-doa saya dan kasih sayang kepada putra tersayang. Rumah kami adalah ruma hmu juga ! Engkau bisa datang kapan pun kau inginkan, kau tahu itu ! ” Itu adalah penggalan email singkat dari sebuah keluarga di Issoudun yang bernama « ROBIN-MICHEL » yang menganggap saya sebagai putra mereka. Setiap kali ketika bertemu dengan saya di Basilika Issoudun, ibu keluarga itu selalalu menyapaku dengan kata-kata : » mon fils »/ putraku. "E ng kau bisa datang ka pan pun kau inginkan , kau ta hu itu!! " Kata-kata ini kalau untuk budaya Indonesia sangat biasa. Tapi kalau di Perancis, sungguh luar biasa. Mengapa? D i Perancis tidak ada yang nam anya datang "sembarang" saja tanpa janji ke rumah orang. Semua se rba "pasti" dan tid...
Blog ini digunakan untuk kepentingan studi, refleksi dan sharing pengalaman.