Langsung ke konten utama

Postingan

« SCHOLA AMORIS « !!

Salju musim dingin Februari 2018 Saat itu, musim dingin, pada pada awal bulan Februari 2018.   Untuk hari hidup bakti, les journées mondiales de la vie consacrée 2018 ,   Radio RCF en Berry mewawancarai saya mengenai hidup bakti. Sebelumnya pater Gerard Blattmann mengumumkan ke komunitas perihal rencana wawancara itu kepada salah seorang anggota komunitas. Ternyata pada tanggal yang ditentukan semua anggota komunitas « sibuk ». Saat itu kebetulan di agenda kerja saya, tidak ada kegiatan untuk pelayanan di dalam basilika atau pun di paroki St. Vincent a la champage Berrichonne. Oleh karena itu saya bersedia untuk diwawancarai. “ Menjadi imam dalam biara, apa yang unik ?” Itu adalah salah satu pertanyaan nona Benedict ketika mewawancarai saya. Saya menjawab:” komunitas bagi saya adalah tempat schola amoris . Di situ saya bisa belajar dari para konfrater bagaimana mencintai Allah dan sesama tanpa syarat. Di situ juga saya bisa belajar untuk hari demi ...

“Belajar dari seorang kafir!” -Mc 7,24-30 Kamis, 08 Februari 2018

Tuhan begitu dekat dengan kita, dalam keadaan apa pun diri kita. Baik dalam keadaan bahagian maupun dalam penderitaan kita. Dalam Injil hari ini, seorang anak perempuan menderita karena kerasukan setan. Penderitaan itu membuat ibunya menderita bersamanya. Cinta luar biasa sang ibu membuat dia senasib sepenanggung bersama putri terkasihnya. Iman ibunya itu membawa pada rahmat kesembuhan sang putri. Itulah karunia keselamatan yang diwakili oleh penyembuhan putrinya.  YANG MENARIK ADALAH BAHWA ibu itu adalah seorang kafir, warga negara Syria-Fenisia, dan dia memintanya untuk mengusir iblis dari putrinya" (Mrk 7,26). Rasa sakit dan cinta membuatnya terus-menerus bertanya, tanpa mengkhawatirkan penghinaan, penundaan, penghinaan yang dialaminya. Dan dia mendapat berkat: "Dia pulang ke rumah, dan dia menemukan anak itu terbaring di tempat tidur: setan itu telah keluar darinya." (Mrk 7.30). Wanita Siro-Fenisia ini adalah ibu yang baik, dia meminta sesuatu yang baik ...

MEMBUKA TAHUN 2018 DENGAN BANYAK KEJUTAN!!

Bersama kak Tin, Kak Ety, dan keponakan Rion Awal tahun ini saya berada di kampung halaman, Flores NTT. Tanggal 1 Januari saya ke pusat paroki Hati Kudus Maunori. Dalam pikiran saya, mungkin saya hanya sebagai konselebran dalam misa tahun baru. Ternyata ketika sampai di pusat paroki, romo paroki memberi tugas agar saya memimpin misa di pusat paroki. Wahhh…ikut saja spiritualitas Petrus, “ atas perintah-Mu akan kutebarkan jalah .” So, beta siap pimpin misa di gereja kesayangan ini, tempat di mana saya dibabtis, menerima pengakuan dosa pertama kali, menerima komuni pertama, krisma, dan tahbisan suci.  Bersama teman seangkatan waktu SMP setelah selesai misa tahun baru 2018 Pada anggal 4 januari 2018 saya sempat merayakan perayaan ekaristi untuk mengenangkan 40 hari meninggalnya ayah terkasih, bapak Yohanes Pase. Banyak umat yang hadir. Hadir pula pastor paroki, Romo Tadeus Depa, pr serta Romo Yanto Songka, Pr, teman seangkatan saya waktu masih di seminari Mataloko pa...