Langsung ke konten utama

ORANG MISKIN DI MATA PATER JULES CHEVALIER DAN PAUS FRANSISKUS



Pater Jules Chevalier, Pendiri tarekat MSC dan PBHK


Paus Fransiskus: Orang miskin bukan masalah tapi sumber daya

Kaum miskin ada di hati Paus Fransiskus. Dia mencanangkan hari dunia bagi kaum miskin yang akan pertama kali dilaksanakan pada minggu ke-33 masa biasa, 19 November 2017. Untuk hari itu dia menulis pesan yang berjudul, "Marilah kita memcintai, bukan dengan kata-kata tapi dengan perbuatan".[1] Dia ingin menawarkan Gereja, Hari Dunia bagi Kaum Miskin, "sehingga di seluruh dunia Komunitas Kristen bisa menjadi tanda kasih Kristus yang semakin besar untuk yang terkecil dan yang paling membutuhkan. "Dia kemudian mengundang "seluruh Gereja,  pria dan wanita yang memiliki kemauan baik di mana-mana, untuk mengalihkan pandangan mereka pada hari ini kepada semua orang yang mengulurkan tangan mereka dan memohon bantuan dan solidaritas."

Pesan Bapa Suci, menarik dari kehidupan Santo Fransiskus dan dia berkomentar bahwa "justru karena dia terus menatapnya pada Kristus, Fransiskus dapat melihat dan melayaninya pada orang miskin. "Paus mencatat bahwa "jika kita ingin membantu mengubah sejarah dan mendorong perkembangan yang nyata, kita perlu mendengar jeritan orang miskin dan berkomitmen untuk mengakhiri marjinalisasi mereka."

Paus Fransiskus yang selalu membaur dengan umat


Paus Fransiskus juga menulis tentang bagaimana kemiskinan menantang kita "setiap hari, di wajah yang ditandai oleh penderitaan, marginalisasi, penindasan, kekerasan, penyiksaan dan pemenjaraan, perang, perampasan kebebasan dan martabat, ketidaktahuan dan buta huruf, keadaan darurat medis dan kekurangan pekerjaan, perdagangan manusia dan perbudakan , Pengasingan, kemiskinan ekstrim dan migrasi paksa. "Ada juga kemiskinan, Paus menyoroti, "yang menghambat semangat inisiatif banyak anak muda dengan menjauhkan mereka dari menemukan pekerjaan."Dihadapkan dengan skenario ini, Paus Fransiskus menekankan, "kita tidak bisa tetap pasif, apalagi mengundurkan diri."Menyimpulkan pesannya, Bapa Suci, menggarisbawahi bahwa, "orang miskin tidak menjadi masalah: mereka adalah sumber yang bisa kita gunakan untuk menerima dan mempraktekkan dalam hidup kita esensi Injil."

Pater Jules Chevalier: Orang Miskin adalah Sesama Manusia

Pater Jules Chevalier dikenal sangat dekat dengan orang-orang kecil. Kecintaan kepada orang miskin menggerakan hatinya untuk membakar semangat para sahabatnya. Suatu waktu dia menulis pesan kepada para sahabatnya, secara khusus bagaimana ketika para sahabatnya mengunjungi orang miskin. Beberapa poin yang dia tulis tampak dalam poin-poin yang saya ringkaskan berikut ini.
v Oleh karena itu, saudara-saudaraku yang terkasih, bawalah uang Anda, pakaian lama Anda dan terutama hati Anda, dan menempatkan diri dengan senang hati dalam perjalanan ke rumah orang miskin. Jalan ini sulit dan sempit, tetapi tetaplah bersemangat dan punya hati untuk itu. Itu adalah jalan ke surga.

v Bergegaslah karena orang miskin lapar dan kelaparan tidak menunggu. Sesampai di rumah yang mengalami musibah, jangan berdiri di pintu sebagai juru sita yang membawa jadwal; malainkan masuk dan menyapa dengan hormat, mereka adalah sesama manusia.

v Duduklah jika Anda ditawarkan kursi. Tunjukan keramahan Anda. Belajarlah untuk fokus pada kepentingan seluruh anggota keluarga, jumlah anak, usia mereka, keadaan mereka, sumber daya mereka, dan Anda segera mendapatkan kepercayaan mereka.

v Bicaralah dengan setiap orang dalam rumah. Pandanglah dengan tatapan penuh kasih kepada setiap orang, tersenyumlah kepada mereka, tepukan kecil kepada  anak-anak, dan Anda akan memiliki semua simpati dari rumah itu. Kemudian dengar kisah penderitaan mereka; dengarlah dengan sabar..

v Seringkali rumah yang anda kunjungi berantakan, itu adalah kebingungan lengkap, yang menjabat sebagai tempat tidur tidak memiliki bentuk; anak-anak kotor dan telanjang. Fokuslah pada semangat Anda; itu tidak membawa Anda terlalu jauh. Sabarlah ...sabarlah.. Anda sering mendengar hal-hal yang akan mengejutkan...

v Tetaplah memiliki kelembutan besar dan semangat kerendahan hati…. Lipatgandakan amal kasih anda, amal, amal adalah yang terbaik dari alat pertobatan hati. Itu membuat orang percaya, membuat orang lain juga mencintai, membuat mereka berharap; itu menuntun ke surga, tidak hanya bagi mereka yang menerimanya, tetapi bagi anda  yang menjalankannya. Amin.[2]

Kasih yang Sempurna


Baik Paus Fransiskus maupun Pater Jules Chevalier memiliki pandangan yang sama agar kita sebagai pengikut Yesus Kristus semakin dekat dengan kaum miskin. Yesus lahir dalam kemiskinan, Dia hidup dengan orang-orang yang miskin, dan Dia miskin saat wafat di kayu salib. Terkadang tampaknya gereja telah melupakan hal itu. Yesus tidak hanya mengucapkan kata-kata cinta, tetapi ia juga menghayatinya. Semangat cinta Tuhan bagi orang-orang yang berada dalam kemiskinan diwujudkan-Nya secara paripurna. Sama sekali tidak ada celah antara apa yang Yesus katakan dan bagaimana Yesus hidup. Seorang pengikut Yesus yang setia adalah mereka yang memproklamasikan firman Allah, menjalankan firman Allah, dan menunjukkan kepada kita semua bagaimana melakukan hal yang sama.




[2] Tiré de MR 68 :13. Sur la nécessité de visiter les pauvres et sur la manière de faire ces visites dans Manuscrits sur le Sacré-Cœur de Jésus, pp. 120-121

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GILAAAAAAAAAAAA....ANJING di PERANCIS...SPECIAL BANGUETTTTTTTTTT

Mungkin hanya kita di Asia (China dan Indonesia) saja yang memakan daging anjing. Ketika berkenalan dengan teman-teman dari berbagai negara di belahan benua lain di Perancis, mereka mengatakan bahwa sama sekali tidak makan daging anjing. Bagi mereka anjing adalah binatang peliharan yang sangat disayangi. Apalagi di negara Perancis yang sangat mencintai anjing layaknya anggota keluarga mereka sendiri. Sambil menulis cerita ini, imajinasi saya terbang jauh ke daerah Tomohon-Manado yang   terkenal dengan pasar extreme -nya. Di situ bisa dijumpai anjing-anjing yang siap dibantai untuk para pembeli. Saya bayangkan pasti turist-turist dari Perancis ketika melihat tempat itu mereka akan merasa ngeri. Hehehe.. Mengapa? karena di Perancis anjing diperlakukan seperti manusia. Ini faktanya:  Demo dalam menyuarakan larangan untuk makan daging anjing... ( ne mangeons pas de viande) Ada sekitar 17 anjing untuk setiap 100 orang di Perancis . Ini adalah salah satu rasio tertingg...

MEWARTAKAN HATI KUDUS YESUS LEWAT MEDIA PENDIDIKAN!! (INSPIRASI MISIONER DARI PARA MSC BELANDA DI PAPUA SELATAN)

Pada awal bulan Hati Kudus ini , saya ingin membagikan spirit misionaris MSC Belanda ketika mereka datang pertama kali ke Papua Selatan atau yang pada masa lalu disebut Nugini Belanda Selatan. Hal yang menarik adalah bahwa rentang waktu antara 1902-1942, para MSC Belanda yang datang bermisi ke daerah itu, mewartakan Hati Kudus Yesus lewat media Pendidikan dan juga pendirian desa-desa percontohan. Pada tahun 1920, Pastor Jos van de Kolk MSC menerbitkan artikel "Enam Anak yang Berbahagia dari Papua Nugini Selatan" dalam jurnal misionaris Journal van O.L. Vrouw van het Heilig Hart. Van de Kolk memberikan deskripsi biografi singkat tentang keenam anak Papua yang "bahagia" yang bersekolah di sekolah asrama misionaris Katolik di Langgur, Kepulauan Kei. Di akhir artikel, ia menghimbau kepada para pembaca: “Seandainya saja semua anak dan pemuda di Nugini Selatan dapat dibesarkan dan dididik seperti keenam anak ini! Hal itu akan memungkinkan untuk melestarikan orang-orang mi...

SEORANG DUDA BISA MENJADI IMAM?

P. de Vaugelas adalah seorang pastor projo keuskupan agung Bourges-Perancis Tengah.   Dia sebelumnya adalah seorang bapa keluarga yang memiliki pekerjaan top di salah satu bank Amerika di Paris. Selama masa kerja dia sudah berkeliling dunia, termasuk Indonesia. Waktu luang pun dia pernah habiskan untuk masuk dalam sekolah special di Chateroux untuk menjadi pilot. Dia jalankan itu dengan baik, dan mampu menjadi pilot dalam masa belajar hanya dalam satu tahun saja. “Saya kalau mengemudi mobil, tangan selalu siap sedia di bagiaan rem tangan, dll. Itu semua karena saya terbiasa menjadi pilot,” katanya kepadaku saat kami kembali dari l’abbey Fontgombault pada awal bulan April 2017. Yang menarik buat saya adalah sejak istrinya meninggal dia banyak berefleksi untuk menjadi imam. Dalam usianya yang tidak lagi muda (69 tahun), dia tetap rendah hati untuk meminta bimbingan rohani, termasuk meminta bimbingan rohani kepada salah satu konfrater MSC di Issoudun, Alfred Bours, MSC. Dia...