Langsung ke konten utama

OMA SUSTER YANG INSPIRATIF


Afficher l'image d'origine



HARI INI tiba-tiba ada keinginan untuk mengisahkan seorang oma suster di Issoudun-Perancis. Ini soal “menjadi pribadi yang inspiratif”. Umur tidak jadi soal. Siapa pun berpotensi untuk menjadi pribadi pribadi yang inspiratif, karena toh kita semua dilahirkan baik adanya. Saya berjumpa dengan seorang suster yang inspiratif. 86 tahun umurnya. Umur usur begitu tetapi sungguh-sungguh inspiratif bagi saya. Suster Anna Mari, namanya.  Dia masih begitu bersemangat. Senyum ceria selalu terpancar dari wajahnya ketika kami bercerita dan  saat saya buat lelucon kecil. Yah memang benar senyum yang indah membuat hidup bahagia. Senyum atau SMILE (See Miracle In Life Every time). Bagi saya, oma suster itu memaknai hidup dengan cara itu, yakni melihat keindahan dalam setiap kisah dan sejarah hidup. Tidak heran dia begitu mudah memberikan senyuman terbaiknya. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
 Tiap hari oma suster Anna begitu setia turut serta dalam doa sore di crypte CHEVALIER-Issoudun-France. Oma suster itu berkisah suatu waktu ketika berjumpa dengan saya. Katanya setiap sore dia juga setia jalan keliling taman besar di belakang biara MSC Issoudun, sambil memegang untaian manik-manik rosario untuk berdoa rosario. Memang di taman yang besar itu ada beberapa patung besar Bunda Maria. Di zaman ini begitu banyak orang sudah dan suka sibuk dengan handphone. Suster itu mengajarkan prioritas nilai dan kesetiaan. Manik-manik bukanlah hiasan kamar atau atribut hiasan penampilan biar dilihat “keren” tetapi merupakan sarana untuk berdoa dan mendekatkan diri dengan Tuhan. Memang benar doa itu adalah "ringkasan Injil". Di dalamnya dirangkai dan direnungkan sejarah keselamatan yang dipaparkan dalam Injil;, yakni peristiwa inkarnasi sampai dengan kebangkitan dan kenaikan Tuhan. serta peristiwa terang. Kini renungan Rosario mencakup: peristiwa-peristiwa sekitar inkarnasi dan masa kecil Yesus (peristiwa-peristiwa gembira), peristiwa-peristiwa amat penting dalam pelayanan Yesus di hadapan umum (peristiwa-peristiwa terang), peristiwa-peristiwa sekitar sengsara-Nya (peristiwa-peristiwa sedih), dan kenangan akan kebangkitan-Nya (peristiwa-peristiwa mulia).
Benarlah, mengapa dia begitu inspiratif, karena toh ada kesetiaan. Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat. Dia juga bijaksana dan tentu saja bajik. Orang yang bijaksana tahu apa yang akan dibuat. Orang yang bajik adalah orang yang merealisasikan apa yang akan dibuat.
Secara pribadi oma suster itu suka bercerita kepada saya, mengenai panggilan dan segala kegiatan pastoral selama masih muda. Tanda ada kegembiraan. « SAYA terus berdoa untukmu, katanya kepadaku. «  Dia menambahkan : »di buku brevier-nya ada foto kenanngan tahbisan saya yang dibuat oleh pastor Daniel pada bulan September 2016 lalu ».
Sore hari ini, 19 Januari 2017 setelah doa rosario di crypte Chevalier, dia mendekati saya dan memberikan buku catatan refleksinya dalam suatu moment retret pada bulan Juli tahun 1990 lalu. “Bacalah itu. Jika tidak menarik, stop. Bacalah pelan-pelan. Dan simpan itu untukmu.” Oh yahh..ketika dia bercakap-cakap dengan saya, dia menyimak dengan baik ketika saya saya berbicara. Memang benar pribadi inspiratif adalah seorang yang membuat agar orang lain merasa penting, ia menunjukkan pada mereka jika keberadaan mereka diakui. Ia fokuskan mata, ia memasang telinga. Ia beranggapan seseorang akan dihargai karena kesediaannya mendengarkan. Wah ada oma suster yang begitu perhatian. Terima kasih oma suster. Semoga semangat imanmu semakin hari terjangkit ke saya. Sebagai seorang imam muda saya sungguh bersyukur bisa melihat semangat kesetiaan dan iman yang kuat dari orang-orang yang saya jumpai di Perancis, termasuk suster Anna Maria, PBHK. Semoga saya juga bisa menjadi seorang pribadi yang inspiratif seperti yang oma suster tunjukan. AMIN

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GILAAAAAAAAAAAA....ANJING di PERANCIS...SPECIAL BANGUETTTTTTTTTT

Mungkin hanya kita di Asia (China dan Indonesia) saja yang memakan daging anjing. Ketika berkenalan dengan teman-teman dari berbagai negara di belahan benua lain di Perancis, mereka mengatakan bahwa sama sekali tidak makan daging anjing. Bagi mereka anjing adalah binatang peliharan yang sangat disayangi. Apalagi di negara Perancis yang sangat mencintai anjing layaknya anggota keluarga mereka sendiri. Sambil menulis cerita ini, imajinasi saya terbang jauh ke daerah Tomohon-Manado yang   terkenal dengan pasar extreme -nya. Di situ bisa dijumpai anjing-anjing yang siap dibantai untuk para pembeli. Saya bayangkan pasti turist-turist dari Perancis ketika melihat tempat itu mereka akan merasa ngeri. Hehehe.. Mengapa? karena di Perancis anjing diperlakukan seperti manusia. Ini faktanya:  Demo dalam menyuarakan larangan untuk makan daging anjing... ( ne mangeons pas de viande) Ada sekitar 17 anjing untuk setiap 100 orang di Perancis . Ini adalah salah satu rasio tertingg...

MEWARTAKAN HATI KUDUS YESUS LEWAT MEDIA PENDIDIKAN!! (INSPIRASI MISIONER DARI PARA MSC BELANDA DI PAPUA SELATAN)

Pada awal bulan Hati Kudus ini , saya ingin membagikan spirit misionaris MSC Belanda ketika mereka datang pertama kali ke Papua Selatan atau yang pada masa lalu disebut Nugini Belanda Selatan. Hal yang menarik adalah bahwa rentang waktu antara 1902-1942, para MSC Belanda yang datang bermisi ke daerah itu, mewartakan Hati Kudus Yesus lewat media Pendidikan dan juga pendirian desa-desa percontohan. Pada tahun 1920, Pastor Jos van de Kolk MSC menerbitkan artikel "Enam Anak yang Berbahagia dari Papua Nugini Selatan" dalam jurnal misionaris Journal van O.L. Vrouw van het Heilig Hart. Van de Kolk memberikan deskripsi biografi singkat tentang keenam anak Papua yang "bahagia" yang bersekolah di sekolah asrama misionaris Katolik di Langgur, Kepulauan Kei. Di akhir artikel, ia menghimbau kepada para pembaca: “Seandainya saja semua anak dan pemuda di Nugini Selatan dapat dibesarkan dan dididik seperti keenam anak ini! Hal itu akan memungkinkan untuk melestarikan orang-orang mi...

SEORANG DUDA BISA MENJADI IMAM?

P. de Vaugelas adalah seorang pastor projo keuskupan agung Bourges-Perancis Tengah.   Dia sebelumnya adalah seorang bapa keluarga yang memiliki pekerjaan top di salah satu bank Amerika di Paris. Selama masa kerja dia sudah berkeliling dunia, termasuk Indonesia. Waktu luang pun dia pernah habiskan untuk masuk dalam sekolah special di Chateroux untuk menjadi pilot. Dia jalankan itu dengan baik, dan mampu menjadi pilot dalam masa belajar hanya dalam satu tahun saja. “Saya kalau mengemudi mobil, tangan selalu siap sedia di bagiaan rem tangan, dll. Itu semua karena saya terbiasa menjadi pilot,” katanya kepadaku saat kami kembali dari l’abbey Fontgombault pada awal bulan April 2017. Yang menarik buat saya adalah sejak istrinya meninggal dia banyak berefleksi untuk menjadi imam. Dalam usianya yang tidak lagi muda (69 tahun), dia tetap rendah hati untuk meminta bimbingan rohani, termasuk meminta bimbingan rohani kepada salah satu konfrater MSC di Issoudun, Alfred Bours, MSC. Dia...