Langsung ke konten utama

MENGENAL SEJENAK PETERNAKAN BIO DI TOURNON ST. MARTIN


Bersama pak Paulus pemilik Peternakan BIO

Hari ini, Kamis, 27 April 2017 Pastor Patrick dan saya berjanji untuk mengunjungi sebuah keluarga di daerah Tournon St. Martin. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan kepada saya system pertenakan bio alias tidak menggunakan bahan-bahan kimia. Sebut saja namanya “Pak Paulus” adalah pengusaha susu bio di daerah Tournon St. Martin. Minggu lalu ketika misa di gereja Tournon St. Martin, pastor Patrick memberitahukan pak Pak Paulus bahwa pada hari ini ada kunjungan ke kawasan peternakan sapi mereka.
Bersama Pastor Patrick dan Pak Paulus
Setiba di kawasan peternakan itu, Pak Paulus mengantar kami keliling sambil menjelaskan berbagai tipe dan seluk beluk peternakan bio, termasuk pemerasan susu sapi secara modern. Setiap hari peternakan itu mengahasilan 1000 liter susu sapi segar. Setiap tiga hari ada perusahan besar yang datang menyedot isi tangki tampungan susu segar 3000 liter. 
 
Sebagian peternakan Sapi Bio
Setiap hari kami memeras susu sapi dua kali, yakni pagi dan sore. Kalua hari Minggu kami harus lebih awal, karena harus pergi ke gereja. Begitulah, “kata pak Paulus. Walau sangat sibuk dengan peternakan yang besar itu, namun mereka tidak melupakan TUHAN. Bahkan mereka paling awal datang ke Gereja  dan mempersiapkan perlengakapn misa dan segalanya di sakristi. Minggu lalu ketika pastor Patrick dan saya ke gereja Tournon St. Martin kami menjumpai keluarga itu yang paling awal datang ke Gereja bersama dengan dua anak laki-laki mereka. Anaknya berperan sebagai putra altar. Bahkan lebih lagi, seorang putra mereka sedang mengenyam pendidikan di seminari tinggi Orleans, karena dia adalah calon imam diosesan keuskupan agung Bourges. 
 
Tempat untuk Memeras Susu Sapi
Ada hal yang mengejutkan saya hari ini. Di daerah Tournon St. Martin ada juga kegiatan perbaikan jalan. Dalam penggalian got-got yang begitu dalam ditemukan banyak tulang-belulang. Semua tulang itu ditumpuk di kawasan dekat peternakan pak Paulus. Tentu tulang-belulang itu tidak diketahui identitasnya karena kemungkinan di atas lahan dekat kantor pemerintahan Tournon St. Martin adalah pekuburan abad-abad lalu. Tumpukkan tulang manusia itu akan segerah dikuburkan dalam satu lubang yang sama. Pemimpin pemerintah setempat berupaya untuk menguburkan tulang-tulang itu dalam suatu upacara tertentu dekat pekuburan actual. 
 
Tulang Belulang Manusia yang ditemukan di sekitar Tournon St. Martin
“Harus didoakan,” kataku kepada mereka. Sebagaimana kita ketahui bahwa Perancis adalah negara Katolik pada abad-abad lalu. Saya berpikir tumpukan tulang itu adalah orang-orang katolik pada masa zilam. Semoga mereka bahagia di Surga.

Kami kembali lagi ke Le Blanc setelah santap siang bersama keluarga itu. Terima kasih atas keramah-tamahannya. Tuhan memberkati kita semua. Amin  

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

GILAAAAAAAAAAAA....ANJING di PERANCIS...SPECIAL BANGUETTTTTTTTTT

Mungkin hanya kita di Asia (China dan Indonesia) saja yang memakan daging anjing. Ketika berkenalan dengan teman-teman dari berbagai negara di belahan benua lain di Perancis, mereka mengatakan bahwa sama sekali tidak makan daging anjing. Bagi mereka anjing adalah binatang peliharan yang sangat disayangi. Apalagi di negara Perancis yang sangat mencintai anjing layaknya anggota keluarga mereka sendiri. Sambil menulis cerita ini, imajinasi saya terbang jauh ke daerah Tomohon-Manado yang   terkenal dengan pasar extreme -nya. Di situ bisa dijumpai anjing-anjing yang siap dibantai untuk para pembeli. Saya bayangkan pasti turist-turist dari Perancis ketika melihat tempat itu mereka akan merasa ngeri. Hehehe.. Mengapa? karena di Perancis anjing diperlakukan seperti manusia. Ini faktanya:  Demo dalam menyuarakan larangan untuk makan daging anjing... ( ne mangeons pas de viande) Ada sekitar 17 anjing untuk setiap 100 orang di Perancis . Ini adalah salah satu rasio tertingg...

MEWARTAKAN HATI KUDUS YESUS LEWAT MEDIA PENDIDIKAN!! (INSPIRASI MISIONER DARI PARA MSC BELANDA DI PAPUA SELATAN)

Pada awal bulan Hati Kudus ini , saya ingin membagikan spirit misionaris MSC Belanda ketika mereka datang pertama kali ke Papua Selatan atau yang pada masa lalu disebut Nugini Belanda Selatan. Hal yang menarik adalah bahwa rentang waktu antara 1902-1942, para MSC Belanda yang datang bermisi ke daerah itu, mewartakan Hati Kudus Yesus lewat media Pendidikan dan juga pendirian desa-desa percontohan. Pada tahun 1920, Pastor Jos van de Kolk MSC menerbitkan artikel "Enam Anak yang Berbahagia dari Papua Nugini Selatan" dalam jurnal misionaris Journal van O.L. Vrouw van het Heilig Hart. Van de Kolk memberikan deskripsi biografi singkat tentang keenam anak Papua yang "bahagia" yang bersekolah di sekolah asrama misionaris Katolik di Langgur, Kepulauan Kei. Di akhir artikel, ia menghimbau kepada para pembaca: “Seandainya saja semua anak dan pemuda di Nugini Selatan dapat dibesarkan dan dididik seperti keenam anak ini! Hal itu akan memungkinkan untuk melestarikan orang-orang mi...

SEORANG DUDA BISA MENJADI IMAM?

P. de Vaugelas adalah seorang pastor projo keuskupan agung Bourges-Perancis Tengah.   Dia sebelumnya adalah seorang bapa keluarga yang memiliki pekerjaan top di salah satu bank Amerika di Paris. Selama masa kerja dia sudah berkeliling dunia, termasuk Indonesia. Waktu luang pun dia pernah habiskan untuk masuk dalam sekolah special di Chateroux untuk menjadi pilot. Dia jalankan itu dengan baik, dan mampu menjadi pilot dalam masa belajar hanya dalam satu tahun saja. “Saya kalau mengemudi mobil, tangan selalu siap sedia di bagiaan rem tangan, dll. Itu semua karena saya terbiasa menjadi pilot,” katanya kepadaku saat kami kembali dari l’abbey Fontgombault pada awal bulan April 2017. Yang menarik buat saya adalah sejak istrinya meninggal dia banyak berefleksi untuk menjadi imam. Dalam usianya yang tidak lagi muda (69 tahun), dia tetap rendah hati untuk meminta bimbingan rohani, termasuk meminta bimbingan rohani kepada salah satu konfrater MSC di Issoudun, Alfred Bours, MSC. Dia...