Langsung ke konten utama

11 November: cérémonies du souvenir di Perancis




Sejak tahun 1922, setiap tanggal 11 November adalah hari libur nasional negara Perancis. Warga negara Perancis
mengenang akhir Perang Dunia Pertama pada tahun 1918.Perang yang berlangsung kurang lebih empat tahun itu akhirnya berakhir lewat Perjanjian gencatan senjata di kota Rethondes. Ini adalah kemenangan Sekutu (Perancis, Rusia, Inggris, Amerika Serikat) dan penyerahan Jerman.
Tanggal 11 November juga dijadikan momen untuk menghormati pengorbanan para pendahulu Perancis yang tewas dalam pertempuran. Kurang lebih ada sekitar delapan juta warga Perancis yang tewas dalam perang dunia pertama selama perang dunia pertama dalam kurung waktu 4 tahun tersebut (de 1914 à 1918) .
Apa yang dibuat oleh warga Perancis pada setiap tanggal 11 November ? Biasanya ada upacara khusus “cérémonies du souvenir” yang berlangsung di setiap kota dan desa di Perancis yakni di monument-monument perjuangan di setiap kota (les monuments aux morts des villes et des villages de France). Karangan bunga bunga diletakkan di mounumen-monumen tersebut, yang  biasanya terdapat batu granit besar yang terdapat tulisan nama-nama orang yang telah jatuh dalam pertempuran. Pada saat itu biasanya ada juga parade militer dan banyak pertunjukannya lainnya.
Pada tahun 2011, Presiden Nicolas Sarkozy mengumumkan bahwa mereka akan memperpanjang peringatan tanggal 11 November untuk semua orang yang mati untuk Perancis.
Di Jerman, tanggal 11 November, bukanlah hari libur atau hari peringatan seperti di Perencis. Mereka juga tidak merayakan  setaiap tanggal 8 Mei, hari penyerahan Jerman dan akhir Perang Dunia II yang berlangsung 1939-1945. Mereka merayakan setiap tanggal 9 Mei untuk menghormati *9 Mei 1950 yang menandai awal dari rekonstruksi Eropa di bawah kepemimpinan Robert Schuman.


TANGGAL 11 NOVEMBER Untuk orang Katolik

Pada hari ini adalah peringatan St. Martin de Tours. Gereja-gereja Timur juga menyebut "St. Martin yang berbelaskasih." Ia lahir di Pannonia, saat ini negara Hungaria, di perbatasan Kekaisaran Romawi di mana ayahnya ditempatkan. Pada umur 15 tahun, dia menjadi tentara karena hukum Romawi mewajibkannya. Ia dipindahkan ke Perancis dan bertemu seorang miskin yang menggigil kedinginan. Pada saat itu juga ia memberikan jubahnya (*) dari mana ia belajar semalam bahwa itu adalah Kristus yang memintanya. Awalnya dia ragu-ragu untuk menjadi Kristen, dan ia akhirnya memutuskan untuk menjadi pengikut Yesus yang setia. Dia meninggalkan tentara untuk bergabung dengan Hilary di Poitiers. Dengannya ia mendirikan biara pertama di Perancis, Liguge di Poitou.
Tanggal 11 November 2015, Keuskupan Tours merayakan ulang tahun 1700 dari kelahiran St. Martin.
"SantoMartin mengajak kita untuk tidak pernah lupa untuk pergi ke berjumpa dengan orang miskin zaman ini, orang miskin dari semua jenis, terluka oleh kehidupan, terluka dalam hati mereka, terluka dalam tubuh mereka, terluka dalam isolasi ...", kata 'Uskup Agung Bernard-Nicolas Aubertin resmi membuka "Tahun Saint Martin" pada tahun 2015 lalu.

Ohh yahh di Perancis, hampir 500 kota dan desa menggunakan namanya.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GILAAAAAAAAAAAA....ANJING di PERANCIS...SPECIAL BANGUETTTTTTTTTT

Mungkin hanya kita di Asia (China dan Indonesia) saja yang memakan daging anjing. Ketika berkenalan dengan teman-teman dari berbagai negara di belahan benua lain di Perancis, mereka mengatakan bahwa sama sekali tidak makan daging anjing. Bagi mereka anjing adalah binatang peliharan yang sangat disayangi. Apalagi di negara Perancis yang sangat mencintai anjing layaknya anggota keluarga mereka sendiri. Sambil menulis cerita ini, imajinasi saya terbang jauh ke daerah Tomohon-Manado yang   terkenal dengan pasar extreme -nya. Di situ bisa dijumpai anjing-anjing yang siap dibantai untuk para pembeli. Saya bayangkan pasti turist-turist dari Perancis ketika melihat tempat itu mereka akan merasa ngeri. Hehehe.. Mengapa? karena di Perancis anjing diperlakukan seperti manusia. Ini faktanya:  Demo dalam menyuarakan larangan untuk makan daging anjing... ( ne mangeons pas de viande) Ada sekitar 17 anjing untuk setiap 100 orang di Perancis . Ini adalah salah satu rasio tertingg...

MEWARTAKAN HATI KUDUS YESUS LEWAT MEDIA PENDIDIKAN!! (INSPIRASI MISIONER DARI PARA MSC BELANDA DI PAPUA SELATAN)

Pada awal bulan Hati Kudus ini , saya ingin membagikan spirit misionaris MSC Belanda ketika mereka datang pertama kali ke Papua Selatan atau yang pada masa lalu disebut Nugini Belanda Selatan. Hal yang menarik adalah bahwa rentang waktu antara 1902-1942, para MSC Belanda yang datang bermisi ke daerah itu, mewartakan Hati Kudus Yesus lewat media Pendidikan dan juga pendirian desa-desa percontohan. Pada tahun 1920, Pastor Jos van de Kolk MSC menerbitkan artikel "Enam Anak yang Berbahagia dari Papua Nugini Selatan" dalam jurnal misionaris Journal van O.L. Vrouw van het Heilig Hart. Van de Kolk memberikan deskripsi biografi singkat tentang keenam anak Papua yang "bahagia" yang bersekolah di sekolah asrama misionaris Katolik di Langgur, Kepulauan Kei. Di akhir artikel, ia menghimbau kepada para pembaca: “Seandainya saja semua anak dan pemuda di Nugini Selatan dapat dibesarkan dan dididik seperti keenam anak ini! Hal itu akan memungkinkan untuk melestarikan orang-orang mi...

SEORANG DUDA BISA MENJADI IMAM?

P. de Vaugelas adalah seorang pastor projo keuskupan agung Bourges-Perancis Tengah.   Dia sebelumnya adalah seorang bapa keluarga yang memiliki pekerjaan top di salah satu bank Amerika di Paris. Selama masa kerja dia sudah berkeliling dunia, termasuk Indonesia. Waktu luang pun dia pernah habiskan untuk masuk dalam sekolah special di Chateroux untuk menjadi pilot. Dia jalankan itu dengan baik, dan mampu menjadi pilot dalam masa belajar hanya dalam satu tahun saja. “Saya kalau mengemudi mobil, tangan selalu siap sedia di bagiaan rem tangan, dll. Itu semua karena saya terbiasa menjadi pilot,” katanya kepadaku saat kami kembali dari l’abbey Fontgombault pada awal bulan April 2017. Yang menarik buat saya adalah sejak istrinya meninggal dia banyak berefleksi untuk menjadi imam. Dalam usianya yang tidak lagi muda (69 tahun), dia tetap rendah hati untuk meminta bimbingan rohani, termasuk meminta bimbingan rohani kepada salah satu konfrater MSC di Issoudun, Alfred Bours, MSC. Dia...